Minggu, 04 Januari 2015

Lemah Lembut

Tadi pagi dikirimin artikel bagus dari my partner.
Tentang kiprah CEO Yahoo Marissa Mayer.

http://www.businessinsider.com/marissa-mayer-yahoo-nicholas-carlson-book-excerpt-2014-12

Ditambah beberapa hari belakangan ini baca soal menhub Jonan yang dikasih surat terbuka oleh praktisi pilot yang ngejelasin ke dia ttg briefing dll.
Isi surat cenderung "merendahkan" kemampuan teknis si menteri imho cmiiw.

Plus...
Tadi pagi di JPCC, yang tahun 2015 ini temanya adalah "Level Up" 
Lagi, kebanyakan besar isu yang diangkat di kotbah ps Jussar Badudu juga masih mengenai managing people.

Bener kata Billy dan para mentor praktisi yang lainnya.
Being a CEO is mostly about managing people.
Sesuai apa yang gua dapet di JPCC hari ini, jadi leader itu harus lemah lembut.
Bukan lemah gemulai ya 😂😂.
Lebih penting lagi sebetulnya itu untuk berbuah.
Mempunyai impact untuk sekeliling kita.
Pak menteri mempunyai objective tentang keselamatan seluruh awak dan penumpang,gue yakin dia gak ngerti teknis sampe segitu dalam karena memang dia bukan pilot.
Tapi dia punya Visi dan gambaran besar tentang dunia transportasi Indonesia.
Marissa Mayer juga mengalami hal sulit di Yahoo, karena dia punya Visi dan objective secara jauh ke depan.
Mungkin sifatnya juga non teknis.
Yang penting harus tetap setia sama Visi yang udah ditentukan.
Dan tetap lemah lembut serta berbuah.

Sabtu, 13 Desember 2014

#BajakJkt Dari Mata Gue

#bajakjkt

Event lari bergengsi yang tahun lalu sukses dilaksanakan oleh Nike.
Kali ini diadakan lagi.
Buat gue sendiri, ini pengalaman pertama kalinya ikut lari.

Gue orang yang gak pernah lari sebelumnya, seorang perokok, gak pernah olahraga sama sekali.
Kemaren bisa finish dan berlari tanpa berhenti aja udah seperti mukzijat rasanya.
Yes, bener... yesterday was my first 10k... literally..

You can call this a beginner's euphoria... or whatsoever.

Gegara mau ikut #bajakjkt ini gue berenti rokok, gue mulai latihan lari, gue mulai berusaha untuk lebih keras mengalahkan diri sendiri.
Yang tadinya gue suka mengeluh, sekarang gue harus paksa diri sendiri.
Gaya hidup sehat yang barusan gue baca di media sosial yang disindir abis-abisan, buat gue punya beda arti.
Sejak gue menjalankan gaya hidup sehat, gue jadi jarang mengeluh.
Gue bersyukur, masih dikasih nafas..
Sesimpel itu.

So,
Back to yesterday.
Dari Polaris, social media monitoring yang kami buat, kami menemukan bahwa #bajakjkt kemarin selain sukses mendatangkan belasan ribu pelari, juga sukses membuat Jakarta macet total terutama di sekitar area event.
Dan buat Nike sendiri, ketika buzzer berbalik arah menyerang #bajakjkt ini, it's a big loss i guess.

Sekian,
Cuma uneg-uneg aja.
Thank you Nike Indonesia, thank you #bajakjkt.
Gue bukan buzzer Nike, i don't even have a Nike shoes.
Tapi gue belajar gak mengeluh, gue berenti rokok, gue mulai lari... karena mau ikut #bajakjkt

Senin, 22 September 2014

Pribadi

Kita sering denger tentang ungkapan "pribadi yang unik".
Yes bener..
Kita ini terlahir sebagai sebuah pribadi yang unik, kita membawa sifat-sifat yang gak dipunya oleh orang lain.
Satu dengan yang lain pasti mempunyai kepribadian yang berbeda.
Tapi bukan berarti kepribadian gak bisa berubah walaupun ini sifatnya genetik atau bawaan lahir.

Kepribadian macam-macam bentuknya, dibagi dalam 4 kategori besar.
Ada Dominant, Influence, Steadyness, dan Consciencetiousness.
Nanti bakalan gue bahas di tulisan berikut yang entah kapan akan gue tulis haha...

Kita juga sering denger tentang ungkapan "karakter baik dan karakter buruk"
Apa bedanya karakter dengan kepribadian?
Kalo kepribadian itu sesuatu yang kita bawa dari lahir, sifatnya genetik, walaupun gak mutlak dan masih bisa berubah dalam perjalanannya.
Karakter adalah gabungan dari kepribadian kita ditambah dengan value atau nilai-nilai sosial ataupun nilai-nilai tentang hidup yang kita dapatkan dalam pertumbuhan hidup kita.

Kesimpulannya?
Jika lo mempunyai kepribadian yang "kurang menyenangkan", jangan dijadikan pembenaran atas sebuah tindakan.
Tinggal bilang "ya memang gue begini..mo gimana lagi"
That's totally wrong!
Karakter yang baik terbentuk dari habit yang baik.
Attitude yang baik terbentuk dari karakter yang baik.

Know your life values...
Built your character..
Make it one damn great attitude...

Rabu, 17 September 2014

Believe and Learn

If you believe that you are smart..
Then you are..

Percaya kalau diri kita itu pintar dan menganggap diri kita pintar itu 2 hal yang berbeda.
Kalau kita percaya bahwa diri kita itu pintar, maka secara tidak sadar kita akan mulai untuk belajar.
Mencari tahu tentang apa yang perlu kita ketahui tentang semua hal.
Dan pada akhirnya, kita menjadi apa yang kita percayai...yaitu pintar.
As simple as that.

So..
Kata kuncinya ada di believe.
Kata kerjanya ada di learn.

You choose.. :)

Jumat, 01 Agustus 2014

Lesson learned in life

Amsal 2:1-2, 16-19 Terimalah ajaran-ajaranku, anakku, dan ingatlah selalu akan nasihat-nasihatku kepadamu. Perhatikanlah apa yang bijaksana dan berusahalah memahaminya. Engkau, anakku, akan bisa menolak bujukan perempuan nakal yang berusaha memikat engkau dengan kata-kata yang manis. Wanita itu tidak setia kepada suaminya dan telah melupakan janjinya kepada Allah. Kalau engkau ke rumahnya berarti engkau menuju kematian. Pergi ke sana sama saja dengan pergi ke dunia orang mati. Orang yang pergi kepadanya tidak pernah ada yang kembali ke jalan yang menuju kehidupan.

Jumat, 18 Juli 2014

Happiness...

Saya bukan berasal dari keluarga kaya.
Saya dibesarkan dengan segala macam keterbatasan secara ekonomi.
Saya adalah anak kedua dari 4 bersaudara.
Saya juga bukan termasuk anak pintar di sekolah.
Prestasi saya biasa-biasa aja.

Pokoknya semua serba biasa-biasa aja deh..

Saya bertumbuh dengan pemikiran
"Gimana ya rasanya jadi anak orang kaya?"
Dan seribu pemikiran tentang hal-hal yang tidak saya punyai saat itu.

"What's good is not always right, what's right is always good."

Singkat kata..
Saya tumbuh menjadi orang yang selalu merasa tidak bahagia.
Apapun yang saya punyai atau apapun yang orang tua saya berikan selalu terasa kurang.
Selalu membandingkan apa yang saya punya dengan apa yang orang lain punya.
Selalu merasa bahwa mereka itu lebih bahagia dari saya.

Berpuluh tahun saya hidup seperti itu..

Sampai pada akhirnya, setelah saya menikah dan dikaruniai malaikat kecilpun saya masih merasa kalo kebahagiaan saya itu ada di luar sana, entah dimana.
Somewhere out there...
Karena pemikiran saya untuk mencari kebahagiaan diluar sana, akhirnya rumah tangga pun mengalami kehancuran.
Gak perlu diceritain detail kali ya..
Intinya rumah tangga saya hancur..
Pekerjaan saya hancur...

Dalam keadaan susah, jalan ke kiri dan ke kanan ditutup, mau maju susah, ke belakang pun gak bisa.
Baru deh...dengan malu-malu saya menengadah ke atas.
Minta pertolongan dari Dia.
Saat itu saya sadar, ketika Tuhan udah nutup keran berkat, gak ada seorangpun yang bisa membukanya.
Begitu juga sebaliknya..

Sekarang..
Keluarga saya udah dipulihkan.
Saya punya keluarga kecil yang selalu mendukung saya.
Istri yang selalu berdoa untuk suaminya..
Anak yang selalu memberikan semangat untuk papinya..
Orang tua yang bangga ketika membicarakan tentang anaknya..
Kakak dan adik yang mendukung dan menyayangi saya..

That's the most important thing for me...

Saya inget, bertemu teman yang udah lama gak pernah ketemu.
Dia bilang "gue tau duit di atm lo juga gak sebanyak taon lalu lah... tapi lo sekarang jauh lebih bahagia.."
Sedikit terkejut, tapi bener..
Dan di saat saya lagi down dan mengeluh tentang keadaan, ada lagi temen yang bilang begini "yop, berapa banyak orang yang pengen punya keluarga dan kehidupan seperti elo. Punya istri dan anak yang cantik dan taat beribadah, punya usaha yang berkembang dengan cepat.."
Rasanya seperti ditampar pake cermin..

I am happy...

Kebahagiaan itu bukan sesuatu hal yang dicari sampai ke ujung langit.
Kebahagiaan itu sebuah keputusan.
Ketika kita bisa bersyukur atas apa yang kita punya dan jalani.
Itu namanya bahagia..
Kita yang memilih untuk bahagia..

Dari semua perjalanan hidup yang udah saya lewati.
Ada kalimat yang bisa menggambarkan itu..

"When you choose to be happy, and make decisions about it. Everything will falls into places."

Yup...
Masih merasa gak bahagia sekarang?
Masih berusaha mencari?
Monggo..

The choice is yours..


Pemimpin atau Pimpinan?

Belakangan saya sering banget denger kata "leader/ship" di sekitar saya.
Entah di lingkup pekerjaan ataupun lingkup gereja tempat saya beribadah.
Sampai akhirnya saya berusaha mencoba cari tahu tentang leadership ini.
Apa sih sebenernya?
Kaya gimana sih sebuah leadership yang baik dan benar?

Jawaban yang saya temui baik di literatur ataupun yang berupa input dari orang-orang yang saya anggap mentor itu banyak dan bagus semua.
Beneran deh..
Apapun itu tentang leadership hampir semuanya bagus.

Akhirnya saya memutuskan untuk membuat definisi sendiri tentang leadership ini...

Kita harus bisa membedakan dulu mau jadi apa, pemimpin atau pimpinan?
Kalau mau jadi pimpinan mah gampang, usaha aja terus sampe punya anak buah atau pengikut yang banyak.
Bicara soal pemimpin..
Pemimpin atau leader itu bukanlah orang yang mempunyai anak buah atau pegawai atau pengikut yang banyak.
Seorang leader juga bukan orang yang mempunyai kekuasaan tinggi atau besar.
Tapi seorang pemimpin itu adalah orang yang harus lebih sering instropeksi diri dibandingkan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Dia harus mempunyai sikap mau belajar dan mau menerima masukan dari siapapun.

Lebih penting lagi..
Kalau kalian udah jadi pemimpin, buktikan juga di rumah.
Seorang pemimpin belum sah apabila dia belum menunjukkan kepemimpinannya di rumah.
Terhadap istri, anak, orang tua, dan anggota keluarga lainnya.
Pemimpin bukan orang yang galak, dia akan tegas apabila keadaan meminta dia untuk tegas.
Pemimpin itu orang yang mampu mengendalikan diri.
Pemimpin itu orang yang dimana mulutnya berkata, tangannya akan mengikuti.
Pemimpin itu orang yang punya integritas.

I'm still learning how to be a good leader..

Sebuah proses yang tidak akan pernah berakhir, karena kita harus selalu belajar.
Dan sudah seharusnya kita menikmati proses itu..

Akhir kata,
Setelah berpuluh tahun akhirnya saya mengerti juga peribahasa yang mengatakan:
"Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama"
Kita bukan gajah, juga bukan harimau..
Nanti kalo kita mati pasti akan meninggalkan nama kok..
Masalahnya, mau nama baik apa nama buruk?
You choose..