Thank God, semua berjalan dengan lancar.
Juga akhirnya video liputan dan testimonial dari para sahabat GDILab.
Terimakasih banyak Mas Andy Noya, Andi Sadha, Bang Arbain Rambey, Mas Bababdito, Yoris, Mas Rene Suhardono, Narendra, Rudhy Buntaram, dan Gunawan Susanto selaku Presdir IBM Indonesia yang telah memberikan support kepada GDILab.
Kamis, 09 April 2015
Rabu, 08 April 2015
Update Terbaru Gnews App Dari GDILab
Dear my supportive friends,
Mau kasihtau sedikit perkembangan tentang gnews app nih.
Ada beberapa perubahan major yang terjadi (thanks to your inputs 🙏)
Gnews menggunakan Twitter sebagai base karena still.. Twitter is the most impactful and most updated social media so far.
Nah, untuk teman" yang belum mempunyai account Twitter, gnews sekarang bisa dipake juga.
Silakan download di Playstore (android) dan untuk iOS serta gnews.io akan menyusul update nya.
Di sisi lain, gnews juga mendorong teman" semuanya untuk rajin menulis
Silakan berblogging ria sesuai dengan passion dan interest kalian, because someone somewhere out there.. Ada orang yang mempunyai minat yang sama yang membaca tulisan kita.
Mari produktif :)
Oh.. 1 lagi, sekarang di gnews kita bisa melakukan search di dalam search (keren gak tuh).
Misal: masukkan aja keyword "otomotif" trus kita bisa search lagi misal "toyota" dll.
Keren kan? I know..😘😘😘
Silakan download di Google Playstore terdekat guys
Thank you for supporting us..
Really appreciate it..apalagi kalo bantu dishare lagi.
Untuk info lebih lanjut silakan follow akun Twitter kami @gdilab.
*hormat
Regards,
@yopiesuryadi
Co-Founder, GDILab
*Sekilas tentang GDILab
PT. Generasi Digital Internasional (GDILab) merupakan sebuah perusahaan IT startup yang didirikan pada bulan Desember 2013 oleh empat orang co-founder: Billy Boen (Chairman), Yopie Suryadi (CEO), Jefri Dinomo (VP Product & Development), dan Masas Dani (VP Engineering). Perusahaan ini memfokuskan dirinya pada digital analytics dengan misi menciptakan produk-produk digital yang dapat menolong banyak pihak (perusahaan maupun perorangan) dalam memahami diri sendiri dan memaksimalkan potensi yang mereka miliki.
Saat ini, GDILab telah menciptakan beberapa produk selain gnews (twitter search news reader), yaitu: Polaris (twitter-facebook-online media analytics), Iris (instagram analysis), dan CV Creator (CV generator platform) yang merupakan hasil kolaborasi dengan PT. YOT Nusantara (Young On Top).
Di bulan Mei nanti, GDILab mendapatkan kehormatan sebagai salah satu startup asal Indonesia yang menghadiri Collision Conference di Las Vegas dan bergabung di Collide yang merupakan ajang berkumpulnya para investor di dunia teknologi.
Sampai Februari 2015, GDILab telah mendapatkan angel investment sebanyak 2 kali.
*Sekilas tentang GDILab
PT. Generasi Digital Internasional (GDILab) merupakan sebuah perusahaan IT startup yang didirikan pada bulan Desember 2013 oleh empat orang co-founder: Billy Boen (Chairman), Yopie Suryadi (CEO), Jefri Dinomo (VP Product & Development), dan Masas Dani (VP Engineering). Perusahaan ini memfokuskan dirinya pada digital analytics dengan misi menciptakan produk-produk digital yang dapat menolong banyak pihak (perusahaan maupun perorangan) dalam memahami diri sendiri dan memaksimalkan potensi yang mereka miliki.
Saat ini, GDILab telah menciptakan beberapa produk selain gnews (twitter search news reader), yaitu: Polaris (twitter-facebook-online media analytics), Iris (instagram analysis), dan CV Creator (CV generator platform) yang merupakan hasil kolaborasi dengan PT. YOT Nusantara (Young On Top).
Di bulan Mei nanti, GDILab mendapatkan kehormatan sebagai salah satu startup asal Indonesia yang menghadiri Collision Conference di Las Vegas dan bergabung di Collide yang merupakan ajang berkumpulnya para investor di dunia teknologi.
Sampai Februari 2015, GDILab telah mendapatkan angel investment sebanyak 2 kali.
Sabtu, 04 April 2015
10 Tips Social Media Marketing Yang Efektif
Banyak sekali aturan-aturan tidak tertulis yang bisa kita dapatkan tentang bagaimana cara melakukan atau bermain di ranah social media sekarang ini.
Social media telah menjadi sebuah kebutuhan di jaman sekarang. Hampir semua orang memiliki akun Social Media, we're all connected through social media.
Berikut 10 tips yang penulis dapat berikan supaya dapat melakukan Social Media Marketing dengan baik. Dirangkum dari pengamatan pribadi dan berbagai sumber.
1. Komitmen
Social Media membutuhkan waktu, tenaga, dan kreatifitas. Gak ada jalan singkat untuk menjadi terkenal. Diatas itu semua, social media marketing membutuhkan komitmen untuk bisa berhasil.
2. Kontribusi
Kalau kita tidak bisa berkontribusi memberikan sesuatu yang berguna untuk komunitas, tidak akan ada orang yang mau mendengarkan kita. Posisikan diri kita sebagai orang yang mengerti topik yang kita bicarakan, apabila itu membutuhkan kita untuk belajar lagi, then do so.
3. Kualitas
Menjadi "bawel" di social media belum tentu produktif. Jumlah tweets yang bejibun namun gak ada artinya juga akan menjadikan akun kita akun berisik. Be productive, not noisy. Kualitas jauh lebih penting daripada hanya sekedar kuantitas.
Promosi tentang produk atau service yang kita punya? Boleh.
Tapi, kalau kita mempunyai kebutuhan terus-menerus untuk mendapatkan perhatian orang banyak, berarti ada yang salah dengan pencapaian strategi marketing kita. Sisipkan cerita tentang pengalaman, berbagi ilmu, maupun diselipkan humor. Selalu
4. Interaktif
Komunikasi adalah jalan raya 2 jalur. Kita gak bisa memonopoli percakapan atau bahkan tidak pernah memberi respons terhadap pendapat followers ataupun fans kita. Ada contoh akun socmed beberapa brand besar yang justru sukses karena adanya percakapan dengan para followers walaupun hanya hal konyol :).
5. Adaptasi
Selalu mengikuti perkembangan terkini yang sesuai dengan bidang yang kita tekuni. In this case, kalian bisa download Gnews di Google Playstore maupun Apple Appstore . Sebuah aplikasi yang diciptakan oleh kami GDILab, analytic company. Apa yang menjadi topik hangat di hari ini belum tentu menjadi topik hangat di besok hari. Oleh sebab itu keep it update.
6. Sikap
Kadang-kadang tanggapan yang kita terima itu beragam. Ada yang hanya sekedar sinis, atau mungkin juga ada yang kasar. Tidak sedikit pula kok pasti yang memuji. Kita harus bisa menjaga sikap kita dalam menghadapi semua hal ini. Kesabaran mutlak dibutuhkan. Jangan cepat menyerah :)
7. Multimedia
Pernah dengar ungkapan "a picture tells a thousand words, a video probably worth much more". Nah, gunakan semua resource yang kita punya untuk posting di akun social media. Di 2015 ini banyak pengamat mengatakan bahwa ini adalah tahunnya micro video yaitu video pendek dengan durasi antara 6 detik (sesuai dengan Vine), 15 detik (instagram), ataupun 30 detik (path, facebook,dll).
8. Agresif
Know your audiences. Baiknya tidak follow semua orang atau mengikuti semua channel dengan harapan akan bisa berpromosi melalui itu semua. Gak ada yang suka akun-akun agresif, hanya sebuah bukti ketidakpercaya diri-an yang besar.
9. Keyword
Internet is all about keywords. Apabila kita mau mengasosiasikan brand kita dengan suatu image tertentu, mulailah dengan menyisipkan keyword dimaksud. Misalnya: inspiratif (atau inspirasi, inspiring). Keyword ini juga yang menentukan posisi kita di Gnews App. Contoh: artikel ini akan muncul di channel Leadership , Startup , dan Big Data Analytic .
10. Monitoring
Untuk semua hal dan campaign serta kontribusi yang sudah kita lakukan di social media, tentunya butuh tools untuk memonitor atau mengukur kinerja performa socmed kita. Penulis menyarankan untuk menggunakan Polaris untuk social media analytic tools. Polaris adalah tools berbasiskan teknologi Genesis yang kami bangun. Dari sini kita bisa mengetahui siapa yang membicarakan tentang topik/brand kita, kapan mereka membicarakan, dan bagaimana "bunyinya".
Nah, semoga artikel ini bisa membantu teman-teman sekalian yang hendak meningkatkan performa social media marketing.
Selamat hari sabtu :)
*Sekilas tentang GDILab
PT. Generasi Digital Internasional (GDILab) merupakan sebuah perusahaan IT startup yang didirikan pada bulan Desember 2013 oleh empat orang co-founder: Billy Boen (Chairman), Yopie Suryadi (CEO), Jefri Dinomo (VP Product & Development), dan Masas Dani (VP Engineering). Perusahaan ini memfokuskan dirinya pada digital analytics dengan misi menciptakan produk-produk digital yang dapat menolong banyak pihak (perusahaan maupun perorangan) dalam memahami diri sendiri dan memaksimalkan potensi yang mereka miliki.
Saat ini, GDILab telah menciptakan beberapa produk selain gnews (twitter search news reader), yaitu: Polaris (twitter-facebook-online media analytics), Iris (instagram analysis), dan CV Creator (CV generator platform) yang merupakan hasil kolaborasi dengan PT. YOT Nusantara (Young On Top).
Di bulan Mei nanti, GDILab mendapatkan kehormatan sebagai salah satu startup asal Indonesia yang menghadiri Collision Conference di Las Vegas dan bergabung di Collide yang merupakan ajang berkumpulnya para investor di dunia teknologi.
Sampai Februari 2015, GDILab telah mendapatkan angel investment sebanyak 2 kali.
Senin, 09 Maret 2015
Sales Technique
Some facts about sales:
- 18% of the sales fail in the last step
- all companies lose between 10%-30% of their clients a year
- 80% of the company income arises from the sale department
- 91% of the worldwide sales are made by phone
- 47% of people state having bought something although they have been served by a bad seller
- 63% of people requesting information about your product or service today, will not buy for at least 3 months
- 20% will take more than 12 months to purchase after first contact
- only 20% of leads get a follow up call, 80% are lost
HELPFUL TECHNIQUES:
- Believe in yourself and what you’re doing to help your customers.
Nobody will buy anything if the person trying to sell doesn’t believe in their product. Confident salespeople are more succesful for a reason.
- Craft a compelling solution
Buyers need to be convinced. Show buyers how your solution will help them achieve their desired outcomes.
- Show potential return on investment
paint a clear, persuasive, and believable picture of the results an investment will bring
- Make connections with prospects personally
Make connections with potential buyers. People like buying from people they like so maintaining a good business relationship through personal connection is important.
- Use multiple media types
It takes an average of 7 times just to get a cold prospect to agree to have an initial meeting. if you give up after leaving just 3 voicemails or sending 3 emails, you’re not even giving yourself a chance to succeed.
- Collaborate with prospects
Buyers want to be part of the solution. You need to work with buyers to develop solutions that achieve mutual goals.
- Listen to prospects
All sellers listen to buyers. However, try and do a better job of actively listening by asking questions and following up in ways that show you have full understanding.
- Educate prospects with new ideas and perspectives
All buyers like sellers who bring value to the table, so you need to do more than just sell. Expand buyers’ visions and give them new ideas that can change their train of thought.
- Understand prospects needs
It is vitally important that you know the prospect’s desires and needs and not just your own goals.
- Help prospects avoid obstacles
Be honest with buyers about the potential obstacles that can occur before and after they buy. Just as important to show how the obstacles can be avoided.
5 TRAITS EVERY GOOD SELLER SHOULD HAVE
- Credible
- Proffesional
- Trustworthy
- Listener
- Experienced in industry
Source: Professional Academy
Selasa, 03 Maret 2015
GDILab dan Genesis
PT. Generasi Digital Internasional (GDILab) merupakan sebuah perusahaan IT startup yang didirikan pada bulan Desember 2013 oleh empat orang co-founder: Billy Boen (Chairman), Yopie Suryadi (CEO), Jefri Dinomo (VP Product & Development), dan Masas Dani (VP Engineering). Perusahaan ini memfokuskan dirinya pada digital analytics dengan misi menciptakan produk-produk digital yang dapat menolong banyak pihak (perusahaan maupun perorangan) dalam memahami diri sendiri dan memaksimalkan potensi yang mereka miliki.
Untuk memastikan ketajaman akurasi dan kecepatan seluruh produk yang telah dan akan diciptakan, GDILab telah mengembangkan sebuah mesin pintar yang diberi nama Genesis Technology. Mesin pintar ini memiliki banyak modul di dalamnya, seperti real time analytic yang mampu mengolah big data secara real time, sentimen analytic yang mampu memilah orientasi teks bernada positif, negatif atapun netral, auto summary yang dapat menghasilkan intisari dari jutaan text ke dalam sebuah informasi yang lebih ringkas, fortune teller yang dapat memprediksi kejadian yang akan datang berdasarkan data yang ada di masa lalu. Genesis Technology juga memiliki language detector, geo detector, gender classification, dan masih banyak lagi.
Saat ini, GDILab telah menciptakan beberapa produk selain gnews (twitter search news reader), yaitu: Polaris (twitter-facebook-online media analytics), Iris (instagram analysis), dan CV Creator (CV generator platform) yang merupakan hasil kolaborasi dengan PT. YOT Nusantara (Young On Top).
Di bulan Mei nanti, GDILab mendapatkan kehormatan sebagai salah satu startup asal Indonesia yang menghadiri Collision Conference di Las Vegas dan bergabung di Collide yang merupakan ajang berkumpulnya para investor di dunia teknologi.
Sampai Februari 2015, GDILab telah mendapatkan angel investment sebanyak 2 kali.
Di bulan Mei nanti, GDILab mendapatkan kehormatan sebagai salah satu startup asal Indonesia yang menghadiri Collision Conference di Las Vegas dan bergabung di Collide yang merupakan ajang berkumpulnya para investor di dunia teknologi.
Sampai Februari 2015, GDILab telah mendapatkan angel investment sebanyak 2 kali.
Untuk lebih lengkapnya, silahkan mengakses gdilab.com.
Gnews - gnews.io
Polaris - polaris.gdilab.com
Iris - iris.gdilab.com
CV Creator - cv.youngontop.com
Minggu, 01 Maret 2015
GNEWS, a Genius Newspaper Launching
PRESS RELEASE
Conclave - Jakarta, 23 Februari 2015
Informasi adalah salah satu kunci kesuksesan. Mereka yang selalu berusaha untuk mendapatkan informasi lebih cepat, lebih banyak, dan lebih akurat, akan berada beberapa langkah di depan. Namun, yang menjadi masalah di era digital saat ini adalah informasi yang tersedia menjadi tidak terbatas.
Tidak dapat dipungkiri, saat ini kita hidup di era digital, semuanya serba cepat, dan kita pun dituntut untuk bekerja dan bertindak lebih cepat. Itulah mengapa, 24 jam sehari pun menjadi terasa tidak cukup. Kesibukan kita, dan ditambah derasnya laju informasi yang ada di internet membuat kita pun tidak lagi mampu memfilter informasi yang masuk.
Di saat kita mencari informasi di mesin pencari (search engine), seringkali informasi yang kita dapatkan bukanlah informasi yang kita inginkan. Karena seringkali informasi yang disajikan adalah berita yang ditulis beberapa tahun lalu alias berita yang sudah tidak valid lagi.
Hal inilah yang mendorong PT. Generasi Digital Internasional (@gdilab), sebuah Startup Analytics untuk meluncurkan gnews sebuah aplikasi mobile yang menjadi solusi atas masalah yang sering kita hadapi saat ini dalam mencari berita. Dengan gnews, Anda dapat menentukan sendiri berita apa yang ingin Anda ketahui. Berita yang disajikan pun merupakan berita terbaru dan berasal dari berbagai sumber: mulai dari portal berita besar hingga tulisan dari para blogger di seluruh dunia, sehingga Anda pun akan mendapatkan perspektif lengkap atas berita yang Anda minati.
gnews is your genius newspaper, sebuah metode penyaji berita yang revolusioner. gnews diciptakan untuk memberikan Anda otoritas penuh untuk menentukan apa saja berita dari seluruh dunia yang ingin Anda baca, bukan berita yang kami tentukan untuk Anda baca.
Hanya perlu tiga langkah yang sangat mudah untuk dapat menikmati gnews:
1) download aplikasi ini di App Store (iOS) dan Play Store (Android).
2) sign in dengan akun twitter Anda.
3) masukkan topik yang sesuai dengan minat Anda. gnews memperbolehkan Anda untuk menentukan 5 topik yang Anda inginkan, dan Anda diperbolehkan untuk mengganti topik-topik tersebut jika ada topik lain yang lebih menarik bagi Anda.
Dalam kesempatan ini juga hadir Presiden Direktur IBM Indonesia Gunawan Susanto, beliau menyatakan bahwa IBM mendukung industri UKM (Usaha Kecil Menengah) dan para Startup Technology di Indonesia.
gnews sendiri dibangun di atas infrastruktur IBM Softlayer untuk menunjang keamanan dan pengembangan aplikasi ini. Dengan jaringan IBM Softlayer yang tersebar di seluruh dunia, gnews akan dapat digunakan oleh siapapun, di seluruh penjuru dunia. Dan ini sesuai dengan visi dan keyakinan kami, gnews akan menjadi sebuah produk global revolusioner hasil karya anak-anak bangsa.
Jumat, 06 Februari 2015
8 Startup Yang Mengubah Dunia Dengan Langkah Strategis
Perusahaan seperti Twitter, Nintendo, Nokia, PayPal, dan lainnya sekarang kita sudah kenal karena mereka memang sudah "mendunia" namanya.
Tapi tau gak kalau dulunya mereka juga Startup yang bahkan produk awalnya itu bukan produk yang seperti kita kenal sekarang?
Perusahaan-perusahaan ini tadinya adalah startup yang juga melalui berbagai macam proses berganti haluan, berganti produk, mengubah perusahaan mereka, dan pada akhirnya mereka berhasil mengubah dunia kita khususnya di dunia teknologi.
1. Nintendo
Pada mulanya Nintendo adalah perusahaan pembuat kartu mainan.
Yang kemudian berkembang menjadi perusahaan yang memproduksi Vacumn Cleaner, bahkan mereka sempat menjadi perusahaan taksi di Jepang.
Nintendo pun sempat dikenal sebagai perusahaan yang menyediakan jaringan hotel untuk "short stay" atau dikenal dengan nama Love Hotels.
Mereka juga sempat memproduksi nasi instan di awal berdirinya.
Nintendo ini bahkan tidak bergerak di dalam dunia video game sampai pada tahun 1966.
Sekarang....
Nintendo mempunya produk video game dan game player yang merajai dunia
video game.
Sebut saja Wii U dengan angka penjualan 6,170,000 unit.
Atau bahkan Nintendo Wii dengan penjualan 101,570,000 unit!
Belum lagi produk lainnya seperti Nintendo DS, GameCube, Game Boy, Super Nintendo yang legendaris itu.
2. Twitter
Mungkin langkah strategis yang paling revolusioner yang pernah dilakukan di dalam sejarah social media adalah apa yang dilakukan oleh sebuah startup bernama Twitter.
Pada mulanya Twitter bernama Odeo, sebuah service yang memungkinkan orang untuk mencari dan subscribe podcast.
Kemudian para founders memperhatikan tentang bangkitnya iTunes pada masa itu dengan podcastnya sehingga akan mengancam keberadaan Odeo itu sendiri, maka pada akhirnya mereka mengubah produk mereka sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah platform situs micro-blogging seperti yang kita kenal sekarang ini.
Sekarang ini, Twitter mempunyai 288 juta pengguna aktif dan telah melakukan IPO beberapa waktu lalu dengan harga saham yaitu $41.26 per lembar saham.
Kami, dari GDILab juga mempunyai analytics tools untuk Twitter yang kami beri nama Polaris (http://polaris.gdilab.com).
Sebuah tools dengan clean design dan memberikan insight yang bagus tentang campaign maupun pembicaraan yang terjadi di dunia Twitter.
3. PayPal
Paypal pada awalnya didesign sebagai sebuah tools security pada PDA (personal digital assistant), mereka pun lebih dikenal dengan nama Confinity.
Di kemudian hari mereka mulai mengembangkan layanan mereka menjadi "dompet elektronik" atau lebih kita kenal dengan "e-wallet' dan mereka juga berpartner dengan eBay lalu menjadi solusi pembayaran yang dipakai di eBay dan sisanya adalah sejarah...:)
Paypal sekarang mempunyai lebih dari 148 juta akun aktif dengan rata-rata 2,6 juta akun menggunakan PayPal senilai $4,214 per tahunnya.
4. Groupon
Awalnya mereka adalah sebuah situs yang mengkhususkan diri untuk melakukan pengumpulan dana bernama "The Point" yang berbentuk seperti sistem "kloteran" kalau kita di dunia komunitas di Indonesia.
Kalau beberapa orang pembeli setuju untuk membeli suatu produk maka ketika pada sampai titik jumlah pembeli tertentu mereka akan "mengunlock" diskon tertentu.
Groupon sendiri adalah sebuah project sampingan yang pada akhirnya justru menutup dan mengubah tujuan awal perusahaan ini berdiri.
Hari ini Groupon telah mempunyai kerjasama dengan lebih dari 650.000 merchant di seluruh dunia.
Groupon hadir di 48 negara dengan lebih dari 200 juta subscribers.
Pegawai yang bekerja di Groupon sendiri berjumlah lebih dari 12.000 orang.
Satu hal yang menarik, setelah mendapatkan dana investasi, Groupon selalu memberitakan kerugian setiap tahunnya, tetapi tetap beroperasi.
5. Hewlett Packard
Pertama didirikan pada tahun 1939 sebagai perusahaan mekanikal, dan menjadi perusahaan pada tahun 1947. Sebelum memproduksi komputer, mereka terlebih dahulu memproduksi sebuah audio tools yang dikenal dengan nama HP Model 200A.
Mereka memperkenalkan personal computer pertama mereka pada tahun 1968.
Sejak tahun 1990-an mereka mulai fokus pada komputer dan produk pendukung seperti printer dan scanner.
Sekarang HP menjadi salah satu perusahaan yang berada pada urutan 11 di list Fortune 500 (2014), memperkerjakan lebih dari 300,000 pegawai dan menjual lebih dari 120 komputer per menit.
Hewlett Packard juga memperkenalkan "The Machine" pada tahun 2014, sebuah super komputer yang merupakan kombinasi dari server, personal computer, dan smartphone.
The Machine mampu melakukan proses informasi sebesar 160 petabytes hanya dalam waktu 250 nanoseconds.
Pokoknya jauh lebih cepat dari sebuah kedipan mata deh :).
6. Instagram
Tapi tau gak kalau dulunya mereka juga Startup yang bahkan produk awalnya itu bukan produk yang seperti kita kenal sekarang?
Perusahaan-perusahaan ini tadinya adalah startup yang juga melalui berbagai macam proses berganti haluan, berganti produk, mengubah perusahaan mereka, dan pada akhirnya mereka berhasil mengubah dunia kita khususnya di dunia teknologi.
1. Nintendo
Yang kemudian berkembang menjadi perusahaan yang memproduksi Vacumn Cleaner, bahkan mereka sempat menjadi perusahaan taksi di Jepang.
Nintendo pun sempat dikenal sebagai perusahaan yang menyediakan jaringan hotel untuk "short stay" atau dikenal dengan nama Love Hotels.
Mereka juga sempat memproduksi nasi instan di awal berdirinya.
Nintendo ini bahkan tidak bergerak di dalam dunia video game sampai pada tahun 1966.
Sekarang....
Nintendo mempunya produk video game dan game player yang merajai dunia
video game.
Sebut saja Wii U dengan angka penjualan 6,170,000 unit.
Atau bahkan Nintendo Wii dengan penjualan 101,570,000 unit!
Belum lagi produk lainnya seperti Nintendo DS, GameCube, Game Boy, Super Nintendo yang legendaris itu.
2. Twitter
Pada mulanya Twitter bernama Odeo, sebuah service yang memungkinkan orang untuk mencari dan subscribe podcast.
Kemudian para founders memperhatikan tentang bangkitnya iTunes pada masa itu dengan podcastnya sehingga akan mengancam keberadaan Odeo itu sendiri, maka pada akhirnya mereka mengubah produk mereka sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah platform situs micro-blogging seperti yang kita kenal sekarang ini.
Sekarang ini, Twitter mempunyai 288 juta pengguna aktif dan telah melakukan IPO beberapa waktu lalu dengan harga saham yaitu $41.26 per lembar saham.
Kami, dari GDILab juga mempunyai analytics tools untuk Twitter yang kami beri nama Polaris (http://polaris.gdilab.com).
Sebuah tools dengan clean design dan memberikan insight yang bagus tentang campaign maupun pembicaraan yang terjadi di dunia Twitter.
3. PayPal
Paypal pada awalnya didesign sebagai sebuah tools security pada PDA (personal digital assistant), mereka pun lebih dikenal dengan nama Confinity.
Di kemudian hari mereka mulai mengembangkan layanan mereka menjadi "dompet elektronik" atau lebih kita kenal dengan "e-wallet' dan mereka juga berpartner dengan eBay lalu menjadi solusi pembayaran yang dipakai di eBay dan sisanya adalah sejarah...:)
Paypal sekarang mempunyai lebih dari 148 juta akun aktif dengan rata-rata 2,6 juta akun menggunakan PayPal senilai $4,214 per tahunnya.
4. Groupon
Awalnya mereka adalah sebuah situs yang mengkhususkan diri untuk melakukan pengumpulan dana bernama "The Point" yang berbentuk seperti sistem "kloteran" kalau kita di dunia komunitas di Indonesia.
Kalau beberapa orang pembeli setuju untuk membeli suatu produk maka ketika pada sampai titik jumlah pembeli tertentu mereka akan "mengunlock" diskon tertentu.
Groupon sendiri adalah sebuah project sampingan yang pada akhirnya justru menutup dan mengubah tujuan awal perusahaan ini berdiri.
Hari ini Groupon telah mempunyai kerjasama dengan lebih dari 650.000 merchant di seluruh dunia.
Groupon hadir di 48 negara dengan lebih dari 200 juta subscribers.
Pegawai yang bekerja di Groupon sendiri berjumlah lebih dari 12.000 orang.
Satu hal yang menarik, setelah mendapatkan dana investasi, Groupon selalu memberitakan kerugian setiap tahunnya, tetapi tetap beroperasi.
5. Hewlett Packard
Pertama didirikan pada tahun 1939 sebagai perusahaan mekanikal, dan menjadi perusahaan pada tahun 1947. Sebelum memproduksi komputer, mereka terlebih dahulu memproduksi sebuah audio tools yang dikenal dengan nama HP Model 200A.
Mereka memperkenalkan personal computer pertama mereka pada tahun 1968.
Sejak tahun 1990-an mereka mulai fokus pada komputer dan produk pendukung seperti printer dan scanner.
Sekarang HP menjadi salah satu perusahaan yang berada pada urutan 11 di list Fortune 500 (2014), memperkerjakan lebih dari 300,000 pegawai dan menjual lebih dari 120 komputer per menit.
Hewlett Packard juga memperkenalkan "The Machine" pada tahun 2014, sebuah super komputer yang merupakan kombinasi dari server, personal computer, dan smartphone.
The Machine mampu melakukan proses informasi sebesar 160 petabytes hanya dalam waktu 250 nanoseconds.
Pokoknya jauh lebih cepat dari sebuah kedipan mata deh :).
6. Instagram
Pada awalnya Instagram bernama Burbn, sebuah aplikasi yang menggabungkan tentang gaming dan photo app.
Para founders kuatir kalau Burbn akan menjadi sebuah apps yang biasa-biasa saja dan tidak akan pernah terkenal maka mereka melepaskan fitur game dari apps ini.
Sebuah langkah yang tidak akan pernah disesalkan oleh mereka terutama Kevin Systrom founder dan CEO dari Instagram.
Kemunculan Instagram di akhir tahun 2010 menarik perhatian Facebook yang pada akhirnya mengakuisisi Instagram dengan nilai $736 juta dollar.
Komposisi dari deal ini menarik (disini terlihat kejelian Facebook dalam bernegosiasi) yaitu $300 juta dollar dalam bentuk cash dan sisanya dibayar dengan saham kelas C (waktu itu saham Facebook kelas C senilai $18.36 dollar).
Sekarang...
Instagram baru saja mengumumkan bahwa user mereka mencapai 300jt orang pengguna aktif setiap bulannya.
Dengan rata-rata 60 juta foto yang diupload setiap harinya yang menghasilkan 1,6 milyar likes setiap harinya.
Instagram menjadi medium yang menjanjikan dan menghasilkan banyak bagi para seller online maupun brand yang hendak melakukan promosi.
Dimulainya era micro video juga dipelopori salah satunya oleh Instagram, dimana mereka memungkinkan kita untuk upload video berdurasi 15 detik yang pada awalnya digadangkan hendak mengalahkan Vine, sebuah Video Social Media yang dimiliki oleh Twitter.
GDILab, perusahaan dimana kami berada, juga mempunyai sebuah tools analytics untuk Instagram yang kami beri nama Iris (http://iris.gdilab.com)
Pertama di Indonesia, silakan ditengok untuk mendapatkan free trial account :)
7. Pinterest
Pertama dikenal dengan nama Tote, sebuah situs yang mengarahkan user untuk berbelanja di toko favorit mereka dan memberikan notifikasi kepada para user.
Lama kelamaan, terbentuk kultur atau budaya kalau para user Pinterest ini pada akhirnya membangun "koleksi" mereka sendiri dan membagikannya ke teman-teman mereka.
Sekarang, Pinterest mempunyai lebih dari 70 juta user dengan lebih dari 30 milyar pin.
Pinterest sendiri mengakui bahwa mereka menghabiskan uang dengan rata-rata $80,54 per produk dan service.
8. Nokia
Nokia pada awalnya adalah sebuah perusahaan Finlandia yang memproduksi kertas di tahun 1865. Sebelum mereka memasuki dunia elektronik, Nokia merupakan pabrik yang mengelola bahan karet.
Titik balik ada di tahun 1992, dimana mereka menciptakan ponsel pertama mereka dan saat itu juga mereka memutuskan untuk hanya fokus di bidang ini saja.
Nokia sempat merajai dunia ponsel terutama di Asia, saat itu semua orang menggunakan ponsel Nokia.
Bahkan di tahun 2007 mereka menjadi pemimpin di market share ponsel dengan porsi 48,7%.
Sangat disayangkan, 5 tahun kemudian mereka hanya mempunyai 3,5% market share.
April 2014, Nokia menjual seluruh Devices & Services businnes division mereka kepada Microsoft dan Nokia mulai beralih ke Windows Phone.
Untuk sekarang mereka masih menjadi pemimpin di pangsa pasar Windows Phone dengan 90% market share.
Gak ada yang terlalu pasti di dalam dunia bisnis, yang ada hanyalah kejelian untuk melihat peluang dan potensi pasar yang ada.
Selama kita para startup mempunya visi yang jelas, disertai dengan leadership yang baik tentunya hal seperti ini bukannya menjadikan kita sebagai sebuah perusahaan yang plin-plan tetapi sebuah perusahaan yang solid dalam menentukan langkah dan mau beradaptasi dengan perubahan.
Ciao...
Langganan:
Postingan (Atom)











